Pendekatan Experiential Learning dalam Perkuliahan Kewirausahaan di Perguruan Tinggi

Main Article Content

Dumiyati Dumiyati

Abstract

Dalam upaya memasuki pasar global ASEAN 2015, kebutuhan akan kemampuan SDM yang kompetitif dan daya saing produk (barang dan jasa) tak bisa ditunda lagi. Peran lembaga pendidikan tinggi menjadi sangat penting dalam mencetak SDM yang memiliki kemampuan adaptif, kreatif, inovatif, kritis dan memiliki kemampuan memecahkan masalah melalui Pendidikan kewirausahaan. Kritikan yang sering muncul bahwa kuliah kewirausahaan di Perguruan tinggi cenderung teoretis, belum kontekstual dan kurang memberikan pengalaman nyata berwirausaha. Untuk itu perlu menerapkan pola pembelajaran kewirausahaan yang konkret berdasarkan masukan empiris dan pengalaman langsung (experiential learning) untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang bermakna.


 


Entering the global market of ASEAN in 2015, the need for competitive human resource capabilities and products (goods and services) competitiveness can no longer be delayed. The role of higher education institutions becomes very important in generating human resources who are adaptive, creative, innovative, critical, and able to solve problems through entrepreneurship education. A recurring criticism is that entrepreneurship courses in colleges tend to be theoretical, not contextual and give less real entrepreneurship experience. Therefore, there is a need to implement a concrete entrepreneurial learning based on empirical inputs and direct experience (experiential learning) to equip students with meaningful knowledge.

Article Details

Section
Articles